Selamat Datang di blognya Ummi Hana!

Rabu, 27 Juli 2011

Pasang Profil Facebook pada Blogspot

Sebagai newbie blogger, saya berusaha mempercantik tampilan blog saya dengan menambahkan berbagai macam widget.

Hari ini saya menambahkan profil facebook di blog saya.

Ini dia cara menambahkan profil facebook pada blogspot:

1. Login pada akun facebook anda.
2. Buka profil facebook anda.
3. Di pojok kiri bawah profil anda terdapat sebuah link "Create a Profile Badge". Klik link tersebut.
4. Anda akan masuk pada halaman penambahan Profile Badge Facebook. Buatlah badge baru dengan mengklik Create a New Badge.
5. Anda akan masuk pada bagian penambahan badge baru. Silahkan pilih layout yang anda ingin tampilkan. Jika sudah klik save.
6. Anda akan kembali pada halaman profile Badge, kemudian klik tombol Blogger
7. Anda akan dibawa ke halaman penambahan Profile Badge Facebook pada Blogger. Silahkan pilih blog Anda dan pilih nama widgetnya dengan mengklik menambah widget.

Dengan langkah-langkah di atas, profil facebook anda sudah masuk ke blog anda.

Untuk lebih lengkapnya anda bisa lihat di tutorial blog.

Selamat mencoba ^_^...

Rabu, 20 Juli 2011

Pengasuh Baru

Akhirnya,......

Setelah cari2 info mengenai daycare2 yang ada di Jakarta Pusat kami memilih pengasuh baru juga..haha.. Ini beberapa daycare yang ada di Jakarta : Daftar Tempat Penitipan Anak

Sungguh, sebenarnya saya sama suami pengennya Hana dititipkan di TPA.. Banyak nilai plusnya bagi perkembangan Hana, Hana diajarin ngaji, toilet training, sosialisasi, melatih keberanian, dan lain dan lain.. Tapi akhirnya, kami memilih pengasuh juga..

Beberapa pertimbangan kami memilih pengasuh baru dibandingkan daycare adalah:

1. Alasan pertama kami mundur dari daycare adalah biaya yang cukup mahal.. Alasan klasik, haha.. Tapi memang benar, biaya daycare yang cukup besar ini menjadi bahan pertimbangan kami untuk mundur dari daycare.

2. Persiapan pagi yang ribet
Membayangkan pagi2 (jam 05.30-06.00) bangunin Hana (yang pasti susah banget, karena kalau masih ngantuk biasanya Hana malah rewel), mandiin, siapin perlengkapan Hana yang seabrek terus nganter Hana ke daycare yang tentu saja memakan waktu pasti membuat kami akan sering terlambat masuk kantor.

3. Pekerjaan rumah terbengkalai
Kalau Hana jadi dititipkan ke daycare, sudah pasti waktu yang tersisa untuk rumah tangga jadi semakin sedikit, dengan kata lain gak bisa masak pulang kerja karena kecapekan plus waktunya terlalu malem, tau sendiri ayah maunya masakan bunda..hehehe.. so pastinya makan harus selalu beli di luar... Ini artinya pengeluaran bertambah untuk makan.. dan seabreg alasan lainnya..

Selasa, 28 Juni 2011

Dilema daycare vs Pengasuh

Pertama kali mengenal daycare dari obrolan ibu2 yang bernasib sama, yaitu sama2 bekerja & tidak punya pengasuh anak.. Sebenarnya, sebelumnya Hana diasuh sama tantenya, yaitu adikku. Tapi, semenjak Februari lalu adikku kerja jadi honorer di Depkes, otomatis lah Hana gak punya pengasuh.. Waktu itu sempet bingung nyari pengasuh.. Karena terlalu mendadak & kami belum mempersiapkan pengasuh yang baru untuk Hana, akhirnya ibuku bersedia untuk mengasuh Hana.. Tapi, karena ibuku gak bisa meninggalkan kedua adikku lama2 di Bandung, akhirnya Hana yang dibawa bolak-balik Jakarta-Bandung 2 minggu sekali. 2 minggu di Jakarta 2 minggu di Bandung.. Kasihan sekali sih dirimu nak.. Lama2 gede di kereta deh.. Sempet ibuku minta sebulan di Jakarta sebulan di Bandung.. What?? Sebulan?? Oh no… ayah Hana pasti gak setuju sama usul ibuku ini… Akhirnya sampai sekarang Hana bolak-balik Jakarta-Bandung 2 minggu sekali..

Sampai akhirnya seorang teman yang bernasib sama denganku berencana untuk menitipkan anaknya di daycare alias Tempat Penitipan Anak (TPA). Akhirnya aku mulai browsing2 tentang daycare. Dulu denger TPA kok keliatannya serem ya.. Kok ya tega sampe2 nitipin anaknya di TPA, padahal setelah baca2 artikelnya dan kurikulum kegiatannya ternyata sangat2 bagus buat perkembangan anak.. & setelah tanya2 orang lain berkomentar bagus mengenai daycare “Anak yang dititipkan di daycare selangkah lebih maju dibanding anak yang diasuh pengasuh di rumah”. Kupikir sih bener juga, lha wong kalo di rumah sama pengasuh, anak cuma dididik sebatas pengetahuan si pengasuh aja, ya kecuali kalo pengasuhnya punya pendidikan n skill guru PAUD, hehehe.. Lagian kami berdua kok belum luas ngelepas Hana diasuh pengasuh. Secara banyak cerita serem tentang pengasuh, yang anaknya disewain  lah, yang anaknya dicubitin lah, yang anaknya gak dikasih makan lah, dll.. Pokoknya serem2 lah.. Akhirnya perburuan mencari daycare pun dimulai…